Jumat, 11 Desember 2015

Dua Tahun Lagi, Kapal Ternak Kian "Beranak-pinak"

News.com - Dalam kurun waktu dua tahun lagi, persisnya hingga 2017, kapal pengangkut ternak kian "beranak-pinak". Menurut pernyataan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan hari ini saat dirinya bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mendampingi Presiden Joko Wiidodo menyambut kedatangan kapal pengangkut ternak KM Camara Nusantara 1 yang membuang sauh di Pelabuhan Tanjung Priok hari ini, Jumat (11/12/2015), dengan mengangkut 353 ekor ternak sapi bali jantan dari Pelabuhan Tenau di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pihaknya akan menambah lagi tujuh kapal serupa.


Diharapkan dengan tambahan tujuh kapal pengangkut ternak itu distribusi sapi ke berbagai daerah bisa lebih cepat. "Lagi pesan lima kapal nanti tambah lagi dua  jadi tujuh kapal," ujar Menteri Jonan sebagaimana laporan wartawan Kompas.com, Yoga Sukmana.

Subsidi
Kompas.com/Alsadad Rudi Presiden Joko Widodo saat menaiki KM Camara Nusantara yang baru tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (11/12/2015). KM Camara Nusantara adalah kapal yang mengangkut 500 ekor sapi dari Nusa Tenggara Timurp. Kedatangan sapi dari NTT merupakan tindak lanjut kerja sama Pemprov DKI dengan Kementerian Pertanian dan lima provinsi lainnya guna memenuhi kebutuhan daging sapi di Ibu Kota.

Lebih lanjut, mantan Bos PT KAI itu mengatakan bahwa harga satu kapal ternak kira-kira Rp 60 miliar. Sementara, kapasitasnya mencapai 500 sapi.

Khusus untuk lima kapal ternak, penandatanganan kontraknya dilakukan hari ini dengan PT Bahtera Bahari Shipyard. Nilai kontraknya Rp 294 miliar.

Saat ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) baru memiliki satu kapal ternak yakni KM Camara Nusantara 1. Kapal ternak tersebut memiliki panjang 68 meter dan lebar 14 meter berkapasitas 500 ekor sapi. KM Camara Nusantara 1 dibangun di galangan Bangkalan, Madura.

Selain menyediakan kapal, Kemenhub juga memberikan subsidi untuk pengoperasian kapal tersebut. Pada 2015 ini, Kemenhub memberikan subsidi mencapai Rp 770 juta untuk setiap perjalanan kapal pengangkut ternak tersebut. (Baca: Jokowi: Tol Laut Itu yang seperti Ini...)

Kompas.com/Alsadad Rudi Presiden Joko Widodo didampingi sejumlah menteri saat meninjau kedatangan KM Camara Nusantara yang baru tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (11/12/2015). KM Camara Nusantara adalah kapal yang mengangkut 500 ekor sapi dari Nusa Tenggara Timurp. Kedatangan sapi dari NTT merupakan tindak lanjut kerja sama Pemprov DKI dengan Kementerian Pertanian dan lima provinsi lainnya guna memenuhi kebutuhan daging sapi di Ibu Kota.

Senin, 07 Desember 2015

Ahok diminta Bangun Jalur Layang Kereta, Ini Kata Dirut PT KAI


JAKARTA, NEWS.com - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro mengatakan, tidak semua daerah yang dilalui rel kereta adalah daerah dengan volume kendaraan yang tinggi.

Ia menyampaikan hal tersebut menanggapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang menilai, pembangunan jalan layang dan terowongan bukanlah solusi penanggulangan kecelakaan transportasi di pelintasan sebidang.

"Lawan Ahok" Muncul di KPK Saat BPK Serahkan Hasil Audit Investigatif

JAKARTA, NEWS.com - Gerakan "Lawan Ahok" tiba-tiba datang ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Rasuna Said, Senin (7/12/2015).

Kedatangan mereka berkaitan dengan perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI memang sedang berada di dalam Gedung KPK untuk menyerahkan hasil audit investigatif soal pembelian lahan di RS Sumber Waras.

"KPK harus berani untuk jadikan Ahok tersangka. KPK tidak boleh masuk angin," ujar orator demo, Ahmad Sulhy, Senin (7/12/2015).

Pantauan Kompas.com, mereka berunjuk rasa di KPK sambil membawa poster dan spanduk. Poster yang mereka bawa bertuliskan "KPK Bisa, Ahok Dijadikan Tersangka".

Ada pula sebuah poster karikatur bergambar kepala Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama yang tubuhnya diganti dengan tentakel gurita.

Dalam orasinya, mereka meminta KPK untuk tegas menindaklanjuti hasil audit investigatif yang sedang diserahkan BPK RI. Mereka merasa yakin Ahok (sapaan Basuki) bersalah dalam kasus pembelian lahan di RS Sumber Waras.

"Kita desak KPK untuk memberantas seluruh kasus korupsi ini," ujar Ahmad.

Berdasarkan informasi yang diterima, saat ini Juru Bicara BPK Yudi Ramdan sudah tiba di Gedung KPK untuk menyerahkan hasil audit investigatif pembelian lahan RS Sumber Waras.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) membeli lahan milik Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) senilai Rp APBD Perubahan 2014 senilai Rp 800 miliar pada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Perubahan tahun 2014.

Oleh BPK, proses pembelian itu dinilai tidak sesuai prosedur dan Pemprov DKI membeli dengan harga lebih mahal dari seharusnya. Temuan ini akhirnya ditangani oleh KPK.

KPK meminta BPK RI untuk melakukan audit investigatif terkait kasus ini. Audit investigasi terhadap pembelian lahan RS Sumber Waras pun dilakukan selama 80 hari.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, mantan Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan, dan beberapa pejabat DKI terkait sudah dimintai keterangan oleh BPK.

Basuki juga sempat kesal terhadap BPK atas temuan itu. Ia menuding BPK tendensius dalam mengaudit pembelian lahan RS Sumber Waras.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Yuven Halawa
Editor : Kistyarini

Ahok: Satu Tahun PT Transjakarta Gagal Total...

Jessi Carina Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama berbicara dalam peluncuran Go-Busway dan Qlue Transit. Di belakangya berdiri Dirut PT Transjakarta Antonius Kosasih. 

JAKARTA, NEWS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan bakal mengganti seluruh direksi PT Transjakarta.

Sebab, menurut dia, perusahaan yang dipimpin Antonius NS Kosasih itu gagal membeli banyak bus serta mengintegrasikan Kopaja dan Metromini dengan PT Transjakarta. 

"Makanya saya bilang, PT Transjakarta itu payah. Karena selama satu tahun bagi saya, PT Transjakarta itu gagal total jadi pesaing bus-bus (sedang) di ibu kota," kata Basuki, di Balai Kota, Senin (7/12/2015).  

Basuki mengatakan, tujuan awal pembentukan PT Transjakarta untuk menjadi pesaing perusahaan bus-bus sedang di Jakarta.

Selain itu, seharusnya PT Transjakarta bisa utang bank untuk membeli bus transjakarta. PT Transjakarta, lanjut dia, juga seharusnya mencari cara lain menutupi kekurangan pembelian bus.

"Di Ungaran, produksinya satu hari satu bus. Tapi, HINO kan juga produksi dan kami bisa ubah bus luar kota ditarik masuk sementara menjadi feeder. Jadi enggak ada toleransi buat metromini semua," kata Basuki.

Dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DKI Jakarta 2016, PT Transjakarta menerima penyertaan modal pemerintah senilai Rp 500 miliar.

Basuki mengatakan, seharusnya PT Transjakarta memiliki program usaha yang strategis.

PT Transjakarta seharusnya juga bisa meminjam modal di bank untuk pengembangan usaha seperti yang dilakukan PT Damri. Dengan demikian perkembangan bisnis tak tergantung anggaran daerah.

"Transjakarta sudah dibentuk PT mirip dengan Damri. Seharusnya dia bisa meminjam dong? Masak harus saya jadi direksinya?" kata Basuki. 
 
Penulis: Kurnia Sari Aziza
Editor : Ana Shofiana Syatiri

Kesaksian Penumpang Metromini Maut yang Tertabrak Kereta

 
 News,comROBERTUS BELLARMINUS Lokasi kejadian tabrakan maut antara Metromini B80 jurusan Grogol-Kalideres dengan kereta api Commuter Line di perlintasan dekat Stasiun Angke, Jakarta Barat, Minggu (6/12/2015).
 
JAKARTA, News.com - Slamet Muzaki (23) kehilangan Elimah (19), tunangannya, yang menjadi korban tewas tabrakan KRL dengan metromini. Padahal, keduanya akan menikah.

Slamet menceritakan, dia bersama Elimah berniat ke Emporium Pluit dengan naik metromini.

Awalnya, dia tidak merasakan kejanggalan ataupun hal keanehan terhadap metromini tersebut.

"Saya mau ke Emporium Pluit sama Elimah... Saya enggak tahu kalau kejadiannya seperti ini," ujarnya sambil menangis di depan ruang IGD RS Atmajaya, Minggu (6/12/2015).

Kemarin pagi, Slamet dan Elimah duduk di bagian tengah sisi kiri metrmoni B-80 jurusan Kalideres-Jembatan Lima-Kota itu.

Menurut dia, sejak awal sopir metromini melaju cukup kencang. Saat tiba di pintu perlintasan KA Tubagus Angke, suara sirine tanda KA lewat sudah berbunyi nyaring.

"Suara sirine saya dengar, kemudian saya lihat pintu palang pintu sudah tertutup... Ya Allah sopir bukanya berhenti malah dia mengambil celah palang pintu yang tidak tertutup semuanya," ucapnya terbata-bata.

Kejadiannya begitu cepat. Tiba-tiba, kata Slamet, terdengar suara dentuman kencang.

"Kita terseret... Eli teriak-teriak... Ya ampuun," katanya.

Slamet mengatakan, suara seretan bodi metromini lantaran terdorong kereta sangat bising.

Percikan api sempat dilihatnya diiringi kaca-kaca di bagian penumpang pecah.

Dan lambat naun bodi Metromini ringsek ke arah bangku penumpang.

"Elimah terbentur lalu pingsan..." ujarnya.

Sementara itu, Parihin (34), paman Slamet mengtakan, dia mengetahui keponakannya berada di rumah sakit lantaran dihubungi pihak satpam RS Atmajaya.

"Tadi saya dihubungi satpam RS, lewat      Slamet. Dia bilang, kalau keponakan saya dan pacarnya masuk rumah sakit."

"Saya enggak tahu jam berapanya keponakan saya masuk IGD. Dan tidak melihat jam, sampai di sini jam berapa, yang pasti Slamet saya lihat ketika saya sampai sudah menjerit-jerit menangis," jelas Parihin.

Petugas satpam IGD RS Atmajaya, Riyanto mengakui, Slamet dan kekasihnya adalah pasien pertama yang datang menggunakan bajaj.

"Korban yang pertama kali datang itu pasangan Slamet-Elimah. Sempat saya bertanya ke Slamet, ditolong sama siapa. Dia bilang, saat insiden itu terjadi Slamet berupaya menyelematkan diri dari metromini, lalu mengeluarkan pacarnya. Katanya dia mau nikah tahun depan," ujar Riyanto.

Menurut Riyanto, Slamet mengatakan kepadanya bahwa naik bajaj itu adalah inisiatifnya sendiri.

"Ketika sampai di RS, mereka saya lihat naik bajaj dan turun depan IGD. Teriak-teriak minta tolong. Dalam kondisi terluka dan berdarah Slametnya, karena kaki, wajah, dan tangan banyak luka besetan," ujarnya. (m2/m3/dwi/ote/suf/fha)

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Yuven Halawa
Sumber: Harian Warta Kota

Selasa, 01 Desember 2015

Cerita tragis 4 saudara saling tikam cuma gara-gara listrik

Cerita tragis 4 saudara saling tikam cuma gara-gara listrik


Cerita tragis 4 saudara saling tikam cuma gara-gara listrik
Ilustrasi Penganiayaan. ©2015 Merdeka.com
 
Cuma gara-gara listrik, empat saudara warga Dusun Bontomanai, Desa Polewali, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, terlibat perkelahian maut. Ikatan sedarah ini saling tikam hingga berujung tewasnya saudara tertua.

Peristiwa tragis ini terjadi Minggu (29/11), sekira pukul 12.30 WITA. Korban tewas bernama Syamsuddin (42). Sementara itu tiga adiknya kini dirawat intensif karena luka cukup parah hampir di sekujur tubuh.

Mereka adalah Darwis (35) yang mengalami luka terbuka di bagian leher hingga rahang, juga di perut hingga usus terburai. Dia juga mengalami luka terbuka di bagian kepala, lengan, pinggang kiri, dada kiri, telapak tangan, dan paha kanan.

Kemudian saudara ketiga Irawati (30), mengalami luka terbuka pada bagian kepala. Dan saudara keempat, Sudiman (29), mengalami luka terbuka pada lutut kanan, kaki kiri, bahu kiri dan siku kiri.

Korban sementara dirawat di Puskesmas Sinjai Selatan. Sementara Darwis dan Sudirman dirawat di RSUD Sinjai.

Kasat Reskrim Polres Sinjai AKP Rahmat mengatakan bahwa pangkal permasalahan di antara keempat saudara ini karena listrik, bukan isu perselingkuhan.

"Bukan kasus selingkuh. Sampai hari ini tidak ada laporan yang masuk terkait kasus selingkuh yang dimaksud. Ada pihak di antara empat orang ini yang dimatikan listriknya, lalu pihak lain memprotes. Begitu saja," kata Rahmat saat dikonfirmasi, Senin (30/11).

Hanya saja, Rahmat menolak memberi keterangan rinci terkait kronologi kejadian itu. Awalnya, ujar Rahmat, Syamsuddin mendatangi adiknya, Sudirman, di rumahnya sembari membawa dua parang dan terjadi adu mulut.

Darwis yang melihat kejadian itu mencoba melerai dan mengingatkan agar tidak emosi. Tetapi Syamsuddin berbalik emosi kepada Darwis dan langsung menyerang ke arah Darwis.

Tak pelak, kepala dan perut Darwis yang menjadi sasaran parang sang kakak, bahkan hingga usus terburai. Irawati, adik Syamsuddin, yang melihat kejadian itu histeris dan mencoba melerai. Namun, Syamsuddin justru semakin kalap, sehingga Irawati ikut menjadi sasaran. Sudirman maju hendak menyelamatkan, tetapi ikut menjadi korban.

Keberingasan Syamsuddin baru terhenti saat Darwis bangkit memeluk Syamsuddin dari belakang dan menikamnya di bagian punggung. Syamsuddin meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit.

"Sudah lama hubungan antara Syamsuddin dan Darwis tidak akur," lanjut Rahmat.

Polisi hingga kini belum memeriksa saksi, lantaran kondisi ketiga korban masih dirawat intensif.

"Tiga orang korban masih kritis di rumah sakit, kasihan kalau kita tanya-tanya dan itu tidak mungkin. Nanti dilihat lagi perkembangannya," terang Rahmat.

Rahmat menyatakan kasus ini masih didalami. Penyelidikannya belum jauh karena luka ketiga korban itu sangat berat.

PT DI bantah disebut Kasau belum sanggup bikin alutsista

PT DI bantah disebut Kasau belum sanggup bikin alutsista
PT DI bantah disebut Kasau belum sanggup bikin alutsista
PT Dirgantara Indonesia. ©2014 merdeka.com/nurul julaikah

PT Dirgantara Indonesia membantah tidak bisa membuat produksi dalam negeri alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk TNI, khususnya AU (Angkatan Udara). Sudah sejak 1990-an PT DI bekerja sama dengan TNI AU untuk urusan alutsista.

Bantahan itu, sekaligus menjawab pernyataan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Agus Supriatna yang menyebut PT DI tidak bisa memenuhi kebutuhan TNI AU untuk alutsista.

"Sebenarnya boleh saja pernyataannya Kasau seperti itu. Sekarang sudah banyak alutsista delivery juga yang memperlihatkan bahwa bukan PT DI tidak mampu," kata Kepala Humas PT Dirgantara Indonesia Irland Budiman saat dihubungi merdeka.com, Selasa (1/12).

Dengan beberapa pesanan yang selama ini sudah dilakukan, bahkan bukan cuma TNI AU menurut dia, itu menunjukan bahwa PT DI masih bisa berkontribusi untuk negara.

"Dengan beberapa pesanan dan juga salah satunya dari AU, AD, dan kemarin Basarnas. Intinya kalau dikatakan tidak mampu, kita jawab mampu, dengan Undang-Undang Inham, dan lead integrater," ungkapnya.

Sejak periode 2009 sampai dengan 2019 nanti PT DI akan menyuplai 16 helikopter. Di mana periode 2009-2014 ada 10 helikopter Combat Search and Rescue (CSAR). Adapun 2015 sampai empat tahun ke depan enam helikopter EC-725.

"Ini kami menghargai, kami enggak mau berpolemik. Mungkin hanya masalah data saja, ada kesalahpahaman. Kan beliau (Kasau) juga baru," terangnya.

Sebelumnya Kasau menyatakan, TNI AU tak memilih helikopter EC-725 Cougar dari PT DI untuk heli VVIP Presiden Jokowi. Menurut Agus, heli AW-101 dari luar negeri. Hal itu sudah masuk dalam rencana strategis 2015-2016.

Pihaknya memilih helikopter AW-101 atas kajian lantaran TNI AU membutuhkan helikopter angkut berat. Heli AW-101 memiliki kabin dengan ketinggian 180 cm dan kapasitas angkut 80 ton, serta mempunyai tiga mesin.

"Sehingga dari itu kami membaca komandan skuadron yang mengoperasikan skuadron 8, 6 dan 45. Pagu anggaran kami sanggup beli 8 unit heli AW tapi kami minta 1 lagi biar adil jadi ada 9. Anggaran kami dari pinjaman luar negeri itu renstra lima tahun," terang Kasau di Jakarta kemarin.