Selasa, 01 Desember 2015

Cerita tragis 4 saudara saling tikam cuma gara-gara listrik

Cerita tragis 4 saudara saling tikam cuma gara-gara listrik


Cerita tragis 4 saudara saling tikam cuma gara-gara listrik
Ilustrasi Penganiayaan. ©2015 Merdeka.com
 
Cuma gara-gara listrik, empat saudara warga Dusun Bontomanai, Desa Polewali, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, terlibat perkelahian maut. Ikatan sedarah ini saling tikam hingga berujung tewasnya saudara tertua.

Peristiwa tragis ini terjadi Minggu (29/11), sekira pukul 12.30 WITA. Korban tewas bernama Syamsuddin (42). Sementara itu tiga adiknya kini dirawat intensif karena luka cukup parah hampir di sekujur tubuh.

Mereka adalah Darwis (35) yang mengalami luka terbuka di bagian leher hingga rahang, juga di perut hingga usus terburai. Dia juga mengalami luka terbuka di bagian kepala, lengan, pinggang kiri, dada kiri, telapak tangan, dan paha kanan.

Kemudian saudara ketiga Irawati (30), mengalami luka terbuka pada bagian kepala. Dan saudara keempat, Sudiman (29), mengalami luka terbuka pada lutut kanan, kaki kiri, bahu kiri dan siku kiri.

Korban sementara dirawat di Puskesmas Sinjai Selatan. Sementara Darwis dan Sudirman dirawat di RSUD Sinjai.

Kasat Reskrim Polres Sinjai AKP Rahmat mengatakan bahwa pangkal permasalahan di antara keempat saudara ini karena listrik, bukan isu perselingkuhan.

"Bukan kasus selingkuh. Sampai hari ini tidak ada laporan yang masuk terkait kasus selingkuh yang dimaksud. Ada pihak di antara empat orang ini yang dimatikan listriknya, lalu pihak lain memprotes. Begitu saja," kata Rahmat saat dikonfirmasi, Senin (30/11).

Hanya saja, Rahmat menolak memberi keterangan rinci terkait kronologi kejadian itu. Awalnya, ujar Rahmat, Syamsuddin mendatangi adiknya, Sudirman, di rumahnya sembari membawa dua parang dan terjadi adu mulut.

Darwis yang melihat kejadian itu mencoba melerai dan mengingatkan agar tidak emosi. Tetapi Syamsuddin berbalik emosi kepada Darwis dan langsung menyerang ke arah Darwis.

Tak pelak, kepala dan perut Darwis yang menjadi sasaran parang sang kakak, bahkan hingga usus terburai. Irawati, adik Syamsuddin, yang melihat kejadian itu histeris dan mencoba melerai. Namun, Syamsuddin justru semakin kalap, sehingga Irawati ikut menjadi sasaran. Sudirman maju hendak menyelamatkan, tetapi ikut menjadi korban.

Keberingasan Syamsuddin baru terhenti saat Darwis bangkit memeluk Syamsuddin dari belakang dan menikamnya di bagian punggung. Syamsuddin meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit.

"Sudah lama hubungan antara Syamsuddin dan Darwis tidak akur," lanjut Rahmat.

Polisi hingga kini belum memeriksa saksi, lantaran kondisi ketiga korban masih dirawat intensif.

"Tiga orang korban masih kritis di rumah sakit, kasihan kalau kita tanya-tanya dan itu tidak mungkin. Nanti dilihat lagi perkembangannya," terang Rahmat.

Rahmat menyatakan kasus ini masih didalami. Penyelidikannya belum jauh karena luka ketiga korban itu sangat berat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar